Epictio

Gunung Geureudong

Ditambahkan oleh DENAWA

0 reviews

Listed in Pegunungan, Wisata Alam

  • Hutan, Beutong, Nagan Raya, Aceh, Indonesia

Ketinggian: 2,885 meter

Latitude: 4.205000

Longitude: 96.675278

DMS Lat: 4° 12' 18.0000'' N

DMS Long: 96° 40' 31.0008'' E

Hubungi Pemilik Tempat

Hubungi Pemilik Tempat

Untuk menanyakan tentang tempat lengkapi form dibawah untuk mengirim pesan ke pemilik tempat


Gunung Geureudong merupakan gunung stratovolcano yang tingginya mencapai 2.885 meter. Dibeberapa gugusan puncak gunung raksasa yang terletak di tengah-tengah Provinsi Aceh ini, terlihat masih dipenuhi oleh hutan hujan tropis yang sangat lebat. Masyarakat Desa Wih Porak Lancang belum mengetahui jika mereka tinggal di kaki sebuah gunung api. “Saya hanya tahu Burni Telong sebagai gunung berapi,” kata Edi (35), salah seorang warga desa itu.

Memang Burni Telong (2.646 meter) terletak di Selatan Gunung Geureudong masih memiliki kawah aktif, bahkan terdapat lava di Selatan gunung api aktif ini. Catatan aktivitas Burni Telong seperti ditulis oleh Newman van Padang (1951) bahwa pada akhir September 1837 terjadi beberapa letusan dan gempa bumi yang menyebabkan banyak kerusakan. Pada 12-13 Januari 1839 terjadi letusan yang abunya sampai ke Pulau Weh, kemudian pada 14 April 1856 terjadi letusan dari kawah pusat yang memuntahkan material berupa abu dan batu. Tahun 1919 juga terjadi letusan normal dari kawah pusat, serta pada 7 Desember 1924 terlihat 5 buah tiang asap tanpa diikuti oleh letusan.

Oleh karena itu, Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana (2010) mengeluarkan rekomendasi terhadap Gunung Burni Telong: tidak diperbolehkan bermalam di sekitar solfatra/fumarola karena konsentrasi gas vulkanik yang dapat membahayakan kehidupan manusia.

Tim Ekspedisi kami yang hari itu telah berada di Desa Wih Porak Lancang berjarak sekitar 30 Km dari Burni Telong. Memang, di kaki Burni Telong, tepatnya di Desa Simpang Balik terdapat sumber air panas yang sudah dijadikan tempat pemandian umum. Namun, informasi yang kami peroleh bahwa di Desa Wih Porak Lancang, juga terdapat sejumlah sumber air panas. Jika informasi ini benar, maka Gunung Geureudong termasuk kompleks gunung api yang berada di Kabupaten Bener Meriah.

Berdasarkan sumber informasi itu, kami mencoba menyelusuri rawa-rawa yang luasnya mencapai 4 hektar dipenuhi tanaman bambu air (disebut tanaman pelu dalam bahasa Gayo). Melewati jalan setapak yang berliku-liku diantara “hutan” bambu air, dan ditengah hujan yang cukup lebat, dari kejauhan terlihat asap mengepul. Ucok, penunjuk jalan tim ekspedisi kami mengatakan bahwa di lokasi asap itu sumber air panas yang dimaksud.

Sekitar lima belas menit berjalan kaki, sampailah tim ekspedisi kami ke lokasi sumber air panas itu. Ditengah “hutan” bambu air yang sangat rapat tersebut terdapat genangan air ukuran 5 x 5 meter. Ditengah kolam berair jernih itu terlihat air menggelagak seperti air mendidih yang disertai kepulan asap berbau belerang. Saya mencoba merasakan suhu air di sumber air menggelegak yang jumlahnya puluhan titik, suhunya sekitar 40-50 derajat Celcius. Lalu, saya coba mencicipi rasa air itu, wow… rasanya asin.

Ucok, sang penunjuk jalan memasukkan sepuluh butir telor ayam yang sudah kami persiapkan dalam gelegak air panas itu. Kemudian, Daus, salah seorang tim ekspedisi membuka pakaian dan segera berendam di air belerang itu. Saya yang tidak membawa pakaian ganti hanya bisa merendam kaki di air panas itu. Sambil merendam kaki, saya mencoba menusuk dasar kolam itu dengan kayu, ternyata semua sisi yang saya tusuk bertumpu pada benda keras. “Kolam air panas ini berada di atas batu,” ungkap Ucok.

Dua puluh menit setelah merendam telor di gelegak air panas itu, kami mencoba melihat hasilnya. Ternyata telor itu telah menjadi telor setengah matang. Kami bertiga mulai menikmati telor setengah matang yang cukup maknyus sambil berendam di air panas. Hebatnya, tanpa dibubuhi garam, rasa telor itu sudah asin. “Ini ekspedisi luar biasa, berendam air panas sambil menikmati sebutir telor setengah matang,” kata Daus.

Informasi lain yang kami peroleh dari warga Desa Wih Porak Lancang bahwa sekitar dua jam jalan kaki dari desa itu ke arah bahu Gunung Geureudong akan ditemukan air terjun yang cukup tinggi. Menurut penuturan Edi, mereka yang sudah kembali dari lokasi air terjun itu menggambarkan air terjun itu seperti selembar papan, tegak lurus. Kami sepakat merencanakan, satu saat akan melakukan ekspedisi ke air terjun itu. SUMBER

Tambahkan Review Anda

Silahkan masuk untuk menambahkan review.

2014 © All Rigt Reserved - Destination Epic Directory - Epictio - Powered by Sundae Studio.
Lewat ke baris perkakas